Efek Tulang Hidung Bengkok

Efek Tulang Hidung Bengkok

Apa yang Anda bayangkan saat mendengar kata ini: tulang hidung bengkok? Apakah Anda tahu efek tulang hidung bengkok? Ada dua persepsi tentang hal ini. Pertama, adalah bengkoknya tulang hidung yang berada di luar (agak ke atas). Dalam kasus ini tulang hidung bengkok akan membentuk hidung mirip paruh burung Beo, dan banyak terjadi pada orang-orang Arab atau Eropa yang berhidung mancung. Tidak ada masalah dengan kasus pertama ini dan bahkan jadi tren hidung yang bagus. Sedangkan kedua, adalah bengkoknya tulang hidung pada bagian tengah (pembatas antara lubang hidung kanan dan kiri). Nah, di sinilah permasalahannya.

Hidung memang merupakan organ yang dianggap paling menonjol di bagian wajah. Tidak hanya menonjol dari arti sebenarnya tetapi juga mengandung arti harfiah bahwa hidung memang paling sering diperhatikan. Dan hidung, sebagaimana diketahui, ditopang oleh tulang hidung sehingga menampilkan bentuk yang jauh lebih terlihat dibanding organ-organ lainnya di wajah.

Tulang hidung bengkok atau dikenal dengan istilah medis ‘Septum Deviasi’ adalah salah satu kelainan anatomi yang amat mengganggu. Tulang hidung yang seharusnya lurus di bagian tengah, ternyata mengalami kebengkokan. Daerah yang terdiri atas tulang rawan ini mengakibatkan seseorang yang menderitanya akan mudah dan sering mengalami trauma. Pada kondisi seperti ini menyebabkan terjadinya penyempitan pada satu sisi hidung. Sampai di sini, apakah Anda tahu efek tulang hidung bengkok?

Septum deviasi terjadi karena dua hal, yaitu cacat bawaan atau karena trauma. Bisa juga terjadi akibat jatuh/terbentur benda keras tetapi resikonya tergolong kecil. Pada kasus cacat bawaan tentu saja terjadi pada saat janin masih masa pertumbuhan di dalam rahim ibu. Tulang rawan mengalami pertumbuhan yang tidak terkontrol meski batas superior dan inferiornya telah menetap alias berhenti. Sedangkan pada kasus trauma, kejadiannya terjadi saat proses kelahiran atau bahkan pasca-kelahiran, yaitu terjadinya tekanan torsi.

Ada beberapa bentuk kelainan septum, yaitu:

  • Bentuk C atau S, disebut dislokasi dimana bagian bawah tulang rawan atau kartilago septum keluar dari kista maksila dan masuk ke dalam rongga hidung.
  • Krista, yaitu adanya penonjolan tulang rawan septum yang memanjang dari depan ke belakang.
  • Spina, yaitu penonjolan tulang rawan septum dengan bentuk sangat runcing serta pipih.
  • Sineka, yaitu bertemunya krista septum dan melekat dengan konka di hadapannya.

Jika deviasi ringan tidak menjadi masalah, namun berhati-hatilah jika terjadi deviasi berat. Pada kondisi deviasi berat biasanya akan terjadi penyumbatan hidung baik itu unilateral maupun bilateral, rasa nyeri di kepala sampai ke mata akibat adanya tekanan septum pada saraf sensoris atau saraf nyeri, gangguan penciuman, mimisan, sinusitis, dan juga mendengkur saat tidur. Nah, itulah beberapa efek tulang hidung bengkok.

Moms, sudahkah anda memanfaatkan waktu luang anda di internet untuk menghasilkan uang? Belajar bisnis online langsung praktek bersama Dini Shanti  Klik di sini ya untuk informasi lengkapnya! Jangan tunda lagi, sekarang jamannya bisnis online!

Speak Your Mind

*