Kenali Perdarahan Pasca Persalinan

Kenali Perdarahan Pasca Persalinan

Semua wanita, setelah melahirkan pasti akan mengalami masa perdarahan. Masa perdarahan pasca persalinan ini disebut sebagai nifas atau yang disebut postpartum bleeding. Akan tetapi, ada kalanya seorang ibu yang baru melahirkan harus mewaspadai perdarahannya. Bisa jadi yang terjadi padanya bukan merupakan darah nifas tetapi darah yang lain yang justru berbahaya. Untuk itu, kenali perdarahan pasca persalinan. Bagaimana caranya, berikut ini adalah uraianya.

Masa nifas adalah masa yang terjadi setelah melahirkan. Pada masa ini, seorang ibu yang telah melahirkan akan mengalami perdarahan. Darahnya sendiri disebut sebagai lochia, yaitu darah yang merupakan bentuk dari sisa-sisa jaringan mukosa rahim, jaringan plasenta, atau jaringan lain yang belum ke luar saat melahirkan bayi. Lamanya perdarahan yang terjadi biasanya hanya beberapa waktu saja. Yaitu sekitar 2 hingga 3 minggu dari mulai hari pertama melahirkan.

Ada sejenis perdarahan pasca persalinan yang patut diwaspadai. Perdarahan ini biasanya terjadi secara terus menerus dan membahayakan karena bisa mengakibatkan kematian. Namanya adalah perdarahan hemorrhage, yaitu darah yang ke luar akibat rahim yang tidak berkonstraksi pasca persalinan. Ya, perdarahan ini berbeda dari perdarahan biasa. Cara mengenalinya adalah jika darah yang ke luar saat melahirkan lebih dari 500 mL untuk persalinan normal atau 1000 mL untuk persalinan Caesar, dipastikan darah tersebut adalah darah hemorrhage.

Penyebab perdarahan bukan hanya rahim yang tidak berkontraksi pasca persalinan tetapi juga akibat tidak ke luarnya plasenta secara keseluruhan, pelepasan plasenta yang dipaksakan, serta luka/trauma pada rahim, serviks, atau vagina selama persalinan. Orang-orang yang berisiko mengalami perdarahan di antaranya adalah ibu yang melahirkan bayi kembar, ibu yang mengalami placenta previa (rusaknya plasenta saat hamil), ibu yang melahirkan dengan jalan induksi, dan juga ibu yang melahirkan bayi besar.

Gejala-gejala yang terjadi pada ibu hamil yang mengalami perdarahan di antaranya adalah perdarahan terus menerus, pengeluaran gumpalan darah yang besar-besar, pusing-pusing, dan kelelahan yang parah. Hal-hal yang bisa dilakukan jika perdarahan terjadi adalah pemijatan rahim untuk merangsang rahim berkontraksi dan darah berhenti ke luar, pemberian obat, pengeluaran sisa-sisa plasenta yang masih ada di rahim, transfuse darah, dan juga hysterectomy (jika ada kerusakan rahim).

Nah, jika Anda akan melahirkan, kenali perdarahan pasca persalinan agar Anda bisa terhindar dari bahaya dan maut yang mungkin bisa terjadi.

Ingin punya bisnis sendiri? Ingin punya penghasilan tambahan? Yang satu ini bisa dikerjakan dari rumah atau dari mana pun saja!  Yuk bergabung bersama banyak moms lain yang sudah menghasilkan jutaan rupiah setiap bulannya. Klik di sini ya. Tidak ada kata terlambat, rencanakan masa depan moms sekarang.

Speak Your Mind

*