Komplikasi pada Kehamilan

Komplikasi pada Kehamilan

Setiap wanita pasti mempunyai impian untuk bisa mengandung dan melahirkan buah cintanya. Untuk itu, berbagai upaya dilakukan untuk bisa mendapatkan kehamilan,dari upaya medis hingga tradisional, misalnya minum ramuan-ramuan herbal, pijat, dan lain sebagainya. Namun ketika kehamilan berhasil didapatkan, sang ibu tidak lantas bisa bernafas lega karena banyak peluang terjadinya komplikasi pada kehamilan.

Masalah komplikasi pada kehamilan harus disikapi dengan serius dan bijaksana, agar upaya medis bisa dilakukan sesegera mungkin, karena masalah ini tidak hanya mengancam nyawa janin dalam kandungan, tapi juga ibu hamil. Anda pasti penasaran, apa sajakah komplikasi tersebut, bagaimana gejalanya, dan apa yang harus dilakukan untuk menanggulanginya? Untuk itu, simak ulasan berikut ini :

  • Pre Eklampsia
    Kondisi ini biasa dikenal dengan Toxemia, yakni kondisi kehamilan yang disertai dengan naiknya tekanan darah, walaupun sebelumnya ibu hamil tidak memiliki riwayat tekanan darah tinggi. Gelaja umumnya adalah : tekanan darah naik, kepala pusing, iritasi, pandangan kabur, nyeri pada abdomen, adanya bengkak pada beberapa anggota tubuh, misal : kaki, tangan, wajah.
    Pre eklamsia merupakan salah satu penyebab kematian pada ibu hamil. Faktor resiko tertinggi penderita pre eklamsia, antara lain : hamil di usia remaja, kehamilan di usia tua, penderita penyakit darah tinggi, diabetes dan ginjal, dan kehamilan lebih dari satu janin. Untuk mengantisipasi hal ini, ibu hamil harus rajin memeriksakan kehamilannya, terutama tekanan darahnya.
  • Perdarahan
    Perdarahan pada kehamilan merupakan keluarnya darah dari vagina. Perdarahan umumnya terjadi ditrimester awal kehamilan. Namun hal ini patut diwaspadai, karena bisa jadi merupakan adanya komplikasi serius, seperti : janin tidak berkembang, keguguran atau abortus, dan kehamilan molar. Perdarahan yang harus diwaspadai lagi adalah apabila terjadi di trimester kedua dan ketiga kehamilan. Segera konsultasikan ke dokter kandungan apabila mengalami hal ini, karena penanganan yang baik dapat meminimalisir resiko terburuk.
  • Plasenta Previa
    Plasenta previa adalah kondisi dimana sel telur berada tidak ditempat semestinya, yakni menempel dekat pada mulut rahim atau bahkan menutup mulut rahim. Nah, kondisi seperti itu tentu sangat berbahaya, karena secara otomatis letak placenta menutupi jalan lahir. Gejala yang terjadi : perdarahan dan nyeri. Umumnya, tindakan persalinan caesar akan dilakukan untuk menghindari luruhnya placenta lebih cepat yang dapat membahayakan janin.
  • Kehamilan Ektopik
    Kehamilan ektopik merupakan kehamilan terjadi saat janin tidak berkembang pada tempat semestinya atau berkembang di luar rahim, misalnya di rongga abdomen, tuba falopi, dan kanal serviks. Penyebab kehamilan ektopik sendiri karena terblokirnya jalur pada tuba fallopi. Wanita yang berisiko tinggi mengalami kehamilan ektopik adalah wanita yang pernah menjalani proses sterilisasi tuba pada usia dibawah 30 tahun. Namun adapula yang mengatakan jika infeksi juga menjadi salah satu penyebab terjadinya komplikasi ini. Gejala yang timbul diantaranya : keluar flek dan rasa nyeri. Untuk memastikannya, maka dilakukan tindakan medis, seperti screening menggunakan ultrasound. Jadi pastikan Anda selalu memeriksakan kehamilan setiap bulan.

Selain yang disebutkan diatas, masih banyak komplikasi lainnya, seperti : sungsang, gagal janin, Polyhydramnios, Olygohydramnios, dan lain sebagainya. Demikian informasi tentang komplikasi pada kehamilan, semoga informasi diatas dapat bermanfaat bagi Anda semua.

Moms, sudahkah anda memanfaatkan waktu luang anda di internet untuk menghasilkan uang? Belajar bisnis online langsung praktek bersama Dini Shanti  Klik di sini ya untuk informasi lengkapnya! Jangan tunda lagi, sekarang jamannya bisnis online!

Speak Your Mind

*