Mengenali Gejala Fisik Depresi dan Pencegahannya

Mengenali Gejala Fisik Depresi dan Pencegahannya

Depresi adalah penyakit mental yang dapat mempengaruhi tubuh serta pikiran. Dan seringkali kita tidak menyadari gejala fisik yang dialami tubuh akibat timbulnya depresi sehingga kita mengabaikannya karena menganggap tubuh hanya kurang istirahat. Contohnya seperti masalah sulit tidur ataupun sebaliknya sering tertidur bisa jadi adalah gejala awal depresi. Dengan mengenali gejala fisik depresi dan pencegahannya bisa mengurangi akibat yang timbul dari depresi itu sendiri.

Mengenali Gejala Fisik Depresi

Ciri-ciri fisik yang sering terjadi meskipun secara tes kesehatan orang tersebut tidak mengalami adanya gangguan kesehatan dan merupakan gejala yang dialami oleh orang yang sedang depresi yaitu sebagai berikut :

  1. Nyeri Dada
    Nyeri dada dapat menjadi adanya masalah kesehatan pada jantung dan paru-paru tetapi kadangkala nyeri dada bisa jadi adalah tanda depresi. Walaupun depresi adalah penyakit mental namun depresi juga bisa meningkatkan resiko penyakit jantung
  2. Kelelahan
    Jika Anda merasa begitu lelah hingga Anda tidak memiliki tenaga untuk mampu melakukan tugas sehari-hari walaupun Anda sudah beristirahat dengan cukup, bisa jadi hal ini hal ini menjadi tanda bahwa Anda sedang mengalami depresi. Penelitan menunjukkan bahwa orang yang mengalami depresi mempunyai resiko empat kali lipat untuk mengalami kelelahan.
  3. Nyeri Otot dan Sendi
    Rasa sakit dan depresi sangat terkait erat. Menderita nyeri yang luar biasa akan meningkatkan resiko depresi. Jika seseorang mengalami depresi maka seringkali akan merasa nyeri yang berlebihan sebab dua kondisi tersebut mengirimkan sinyal kimiawi ke otak.
  4. Masalah Pencernaan
    Otak dan sistem pencernaan sangat terhubung, itulah sebabnya mengapa banyak dari kita mendapatkan sakit perut atau mual ketika sedang stres atau cemas. Depresi bisa mendatangkan masalah dalam usus juga yang menyebabkan gejala mual, diare, sembelit dan gangguan pencernaan
  5. Sakit Kepala
    Orang dengan depresi sering mengeluh sakit kepala kronis. Satu studi menunjukkan bahwa orang dengan depresi berat tiga kali lebih mungkin untuk memiliki migrain dan orang-orang dengan migrain adalah lima kali lebih mungkin untuk mengalami depresi
  6. Perubahan Nafsu Makan
    Beberapa orang kehilangan nafsu makan mereka ketika mereka merasa tertekan. Orang lain tidak bisa berhenti makan untuk menenangkan frustrasi mereka. Hasilnya bisa menambah berat badan atau kehilangan berat badan, disertai penurunan berat badan yang ekstrim dan kekurangan energi. Depresi dikaitkan dengan gangguan makan seperti bulimia, anoreksia, atau makan berlebihan. Pada wanita, hubungan antara depresi dan anoreksia atau bulimia sangat kuat.
  7. Sakit Punggung
    Sakit punggung kronis dapat menyebabkan depresi. Tapi depresi dapat meningkatkan risiko seseorang terkena nyeri punggung  juga. Orang yang mengalami depresi mungkin empat kali lebih mungkin untuk mengembangkan otot yang kaku pada leher atau sakit punggung.
  8. Gelisah
    Gampang marah dan gelisah mungkin terkait dengan masalah tidur atau gejala lain dari depresi. Depresi meningkatkan risiko penyalahgunaan alkohol atau zat lainnya, yang juga dapat berkontribusi menjadi gampang marah dan gelisah. Pria mempunyai kemungkinan yang lebih dibandingkan perempuan untuk menjadi marah ketika mereka depresi.
  9. Masalah Seksual
    Jika Anda mengalami depresi, Anda mungkin kehilangan minat Anda pada seks. Depresi berat bisa berdampak pada seks. Orang yang mengalami depresi lebih mungkin untuk menggunakan alkohol dan obat-obatan, yang keduanya dapat mengurangi gairah seks Anda. Beberapa resep obat termasuk pengobatan untuk orang yang mengalami depresi juga dapat menghilangkan gairah seks Anda dan mempengaruhi kinerjanya. Bicarakan dengan dokter tentang pilihan pengobatan Anda.

Pencegahan Depresi

Penelitian menunjukkan bahwa program olahraga secara teratur tidak hanya membuat Anda sehat, tetapi juga melepaskan zat kimia dalam otak yang membuat Anda merasa baik, memperbaiki mood, dan mengurangi sensitivitas terhadap rasa sakit. Meskipun olahraga saja tidak akan menyembuhkan depresi tetapi olahraga dapat membantu mengurangi depresi dalam jangka panjang. Perlu diketahui bahwa jika Anda mengalami depresi, itu akan sulit untuk mendapatkan energi untuk tetap berolahraga. Tapi ketahuilah bahwa olahraga dapat meningkatkan energi, mengurangi kelelahan, dan membantu tidur agar lebih baik.

Dengan melakukan pola hidup yang sehat, olahraga secara teratur serta mengenali gejala fisik depresi dan pencegahannya akan lebih cepat melakukan tindakan penanggulangannya sehingga akan mencegah penyakit akibat depresi yang berkepanjangan.

 

 

Moms, sudahkah anda memanfaatkan waktu luang anda di internet untuk menghasilkan uang? Belajar bisnis online langsung praktek bersama Dini Shanti  Klik di sini ya untuk informasi lengkapnya! Jangan tunda lagi, sekarang jamannya bisnis online!

Speak Your Mind

*