Menumbuhkan Minat Belajar pada Anak

Menumbuhkan Minat Belajar pada Anak

Anak susah sekali ketika disuruh belajar? Bahkan harus disertai dengan ancaman hukuman apabila anak enggan belajar? Pasti sebagian orangtua akan merasakan betapa susahnya menumbuhkan minat belajar pada anak, apalagi jika lingkungan disekitarnya mungkin tidak mendukung kegiatan belajar anak, seperti volume televisi yang terlalu keras, terlalu ramai dengan anak-anak sebayanya yang sedang bermain atau bahkan mungkin sering terjadi pertengkaran. Menciptakan suasana belajar yang kondusif merupakan salah satu langkah awal menumbuhkan minat belajar pada anak. Apa saja langkah berikutnya yang harus diperhatikan orangtua?

Ada banyak tips menumbuhkan minat belajar pada anak, berikut beberapa contohnya, yaitu:

  • Reward.
    Berikan reward ketika anak mau belajar sesuai dengan waktu yang disepakati dalam jangka waktu sebulan, misalnya sebagai permulaan. Lama kelamaan anak akan terbiasa mengatur jadwal belajarnya sendiri. Pemberian reward juga bisa dilakukan dengan metode nilai ulangan atau nilai harian. Rangsang anak apabila anak mempunyai nilai yang bagus selama satu semester akan mendapatkan hadiah sesuai yang disepakati.
  • Role model.
    Bagaimanapun juga, orangtua merupakan role model bagi anak. Tidak ada salahnya jika sesekali orangtua bersikap seolah-olah sedang belajar dengan membaca buku. Apabila anak bertanya mengenai kebiasaan ini, tanamkan pengertian bahwa belajar setiap hari merupakan suatu keharusan dan tidak terbatas dengan umur.
  • Menyenangkan.
    Menurut salah satu prinsip dasar parenting, dikatakan bahwa proses belajar yang menyenangkan dengan metode permainan akan mampu mengoptimalkan dan mengembangkan rasa keingin-tahuan anak akan sesuatu hal. Oleh karena itu, orangtua harus selalu turut aktif mendampingi ketika anak belajar dan berusaha menciptakan suasana yang menyenangkan. Berikan sedikit stimulasi dengan cara bertanya tentang apa yang telah dipelajari.

Demikianlah beberapa kiat dan tips menumbuhkan minat belajar pada anak yang mungkinbisa dijadikan pertimbangan orangtua. Namun demikian, akan lebih baik apabila orangtua tidak membanding-bandingkan anatara anak yang satu dengan yang lain atau teman-temannya. Walaupun mungkin bermaksud untuk memotivasi anak, membanding-bandingkan kemampuan anak justru bisa menjadi bumerang bagi orangtua, demikian menurut salah seorang pakar psikolog anak. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Ingin punya bisnis sendiri? Ingin punya penghasilan tambahan? Yang satu ini bisa dikerjakan dari rumah atau dari mana pun saja!  Yuk bergabung bersama banyak moms lain yang sudah menghasilkan jutaan rupiah setiap bulannya. Klik di sini ya. Tidak ada kata terlambat, rencanakan masa depan moms sekarang.

Speak Your Mind

*