Panduan Dasar Food Photography untuk Pemula

Panduan Dasar Food Photography untuk Pemula

“Biarkan gambar yang berbicara” mungkin bukanlah hal yang berlebihan, terutama apabila menyangkut advertising atau iklan sebuah produk yang dijual secara umum kepada masyarakat luas. Sebenarnya bila boleh jujur, baik iklan sebuah produk ataupun food photography memiliki satu kesamaan atau tujuan, yaitu bagaimana caranya memanipulasi dan mempengaruhi orang agar mau membeli produk yang ditawarkan atau minimal mau mencoba jenis masakan yang baru saja diolah. Walaupun mungkin terlihat remeh, namun food photography sebenarnya memiliki tingkat kesulitan yang lumayan tinggi, terutama bagi pemula. Bagaimanakah kiat dan tips panduan dasar food photography untuk pemula yang bisa dipertimbangkan?

Berikut beberapa kiat dan tips panduan dasar food photography untuk pemula sebagaimana diolah dari berbagai sumber, yaitu:

  • Tampak Menarik
    Menurut salah seorang advertisor agency yang juga merupakan salah satu praktisi fotografi, dikatakan bahwa teknik dasar fotografi makanan, hendaknya mengacu pada pengolahan citarasa bentuk dan tampilan yang menarik, sehingga mereka yang melihatnya akan terpengaruh atau tergoda mencicipi sensasi rasa yang diperlihatkan dalam sebuah seni foto. Oleh karena itu, coba untuk memaksimalkan sensasi warna memikat dari sebuah makanan.
  • Pemilihan Background
    Agar objek Anda tampak lebih menarik, bereksperimenlah dengan latar belakangnya. Latar belakang ini bisa dari alas piring warna warni, tekstur kayu dari si meja, warna dindingnya, penempatan objek makanan yang dideret ke belakang akan bagus juga loh bila diblur, dan masih banyak detail-detail lain yang bisa Anda coba tambahkan dalam komposisi foto Anda. Tapii jangan sampai si tokoh utama kalah yaa sama backgroundnya ^_^
  • Menentukan Angle
    Untuk mendapatkan kesan sensasi rasa yang lezat dan warna yang memikat pada sebuah food photography, temukan angle atau pengambilan sudut yang tepat pada sebuah objek makanan atau masakan, sehingga seolah-olah mengesankan bahwa objek makanan tersebut terletak tepat di depan mata orang yang melihatnya. Oleh karena itu, disarankan agar sudut pengambilan gambar tidak terlalu melebar atau terlalu jauh sehingga mengesankan kurang fokus.
  • Efek Makro
    Gunakan teknik makro atau zoom, sehingga terlihat detail pada jenis masakan atau makanan yang menjadi objek foto. Misalnya lelehan coklat pada es krim, taburan keju pada cake atau mungkin potongan melintang udang dan daging merah atau daging unggas pada jenis makanan. Karena bukan merupakan objek bergerak, pengaturan shutter speed sebaiknya diatur rendah agar foto lebih terang karena menyerap lebih banyak cahaya dan menghindari kesan blur. Gunakan tripod agar hasil maksimal.
  • Pencahayaan
    Penggunaan strobe atau cahaya kilat bisa dipertimbangkan asalkan permukaan jenis masakan tidak terlalu mengkilap atau berminyak, sehingga tidak mengesankan berkolesterol tinggi. Strobe juga dapat digunakan ketika ruangan pemotretan memiliki cahaya yang minim, namun tetap memperhatikan pengaturan ISO supaya hasil foto tetap berkualitas meskipun diambil di tempat yang minim cahaya. Bila Anda belum punya strobe/ flash yang memadai, bisa coba tempatkan objeknya disamping jendela, manfaatkan cahaya matahari yang gratis! :)
  • Wide aperture
    Menurut sebuah dikusi dan seminar online tentang panduan dasar food photography untuk pemula, dikatakan bahwa settingan wide aperture atau aperture yang lebih lebar dapat digunakan ketika dimaksudkan untuk menyempitkan fokus pada objek yang sangat dekat dan memberikan tampilan latar belakang yang lembut (bokeh effect).
  • Pengaturan white balance
    Atur juga settingan white balance agar warna-warna masakan atau makanan menjadi lebih jelas dan menarik. Pengaturan white balance dapat dilakukan secara auto atau menggunakan kontrol granular dengan cara pengambilan foto benda berwarna putih contohnya kertas ataupun kain putih sehingga warna foto akan terkalibrasi menurut sample benda tersebut.

Demikianlah beberapa kiat dan tips panduan dasar food photography untuk pemula yang bisa dipertimbangkan. Lakukan berbagai eksperimen untuk menemukan settingan kamera dan pencahayaan serta sudut angle pengambilan gambar yang paling optimal. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Ingin punya bisnis sendiri? Ingin punya penghasilan tambahan? Yang satu ini bisa dikerjakan dari rumah atau dari mana pun saja!  Yuk bergabung bersama banyak moms lain yang sudah menghasilkan jutaan rupiah setiap bulannya. Klik di sini ya. Tidak ada kata terlambat, rencanakan masa depan moms sekarang.

Comments

  1. Yuuma :

    kalo anda benar-benar masih pemula sebynkiaa anda membeli buku tutorial adobe photoshop yang banyak di jual di toko buku (sekarang udah banyak buku yang dilengkapi dengan cd berisi video tutorial dan bahan gambar yang akan di olah )kanapa saya menyarankan untuk membeli buku alasannya karena tutorial yang ada di buku lebih mudah dipahami oleh pemula, dan mengunakan bahasa indonesia sedangkan tutorial yang ada di internet biasanya untuk orang-orang yang paling tidak udah punya pengetahuan dasar photoshop, dan rata-rata berbahasa inggris

Speak Your Mind

*