Proses Terjadinya Kehamilan

Proses Terjadinya Kehamilan

Sebagian dari kita mungkin hanya tahu bahwa proses kehamilan terjadi pada saat sel telur bertemu dan akhirnya melebur bersama sperma. Lebih jauh dari itu, proses terjadinya kehamilan sebenarnya sangat kompleks dan panjang untuk diperbincangkan. Agar wawasan kita bertambah, tak ada salahnya bagi kita untuk mengenal lebih jauh proses terjadinya kehamilan yang sebenar-benarnya.

Semua berawal dari ovulasi. Ya, setiap bulan, sebuah sel telur yang sudah matang akan ke luar dari ovarium (indung telur) wanita normal. Ovulasi ini biasanya terjadi sekitar 2 minggu sebelum menstruasi.

Sesaat setelah ovulasi, folikel (tempat asal sel telur diam sebelum matang) yang sudah kosong (karena sel telurnya ke luar) akan berkembang menjadi korpus luteum. Lalu, korpus luteum akan mengeluarkan hormon progesterone yang berfungsi menebalkan dinding rahim. Hal ini tentu sebagai upaya antisipasi rahim untuk proses kehamilan.

Sel telur yang ke luar dari ovarium kemudian akan bergerak di dalam tuba falopi. Di saluran ini, sel telur akan diam selama 24 jam untuk menunggu sperma yang siap untuk membuahinya. Jika tidak dibuahi, sel telur akan masuk ke uterus (rahim) dan lalu mati. Hormon kemudian akan kembali normal. Dinding rahim yang tebal kemudian perlahan-lahan akan meluruh. Pada saat itu kita menyebutnya sebagai menstruasi.

Lain halnya jika dibuahi. Sel telur yang diam di dalam tuba falopi dan kemudian ada sperma yang datang lalu berhasil masuk ke dalam inti sel telur, maka akan terbentuk zigot (hasil peleburan inti sperma dan inti sel telur). Setelah menjadi zigot, perlahan-lahan (sekitar 3 hingga 4 hari) akan bergerak menuju rahim.

Selama perjalanan dari tuba falopi menuju rahim, zigot akan terus melakukan pembelahan sel atau memperbanyak sel. Dari satu sel menjadi dua sel. Dua sel menjadi 4 sel. 4 sel menjadi 8 sel. Begitu seterusnya hingga ketika sampai di rahim, zigot sudah menjadi embrio. Saat embrio tiba di rahim, secepatnya akan terjadi implantasi (penanaman embrio pada dinding rahim).

Pada beberapa wanita, implantasi bisa ditandai dengan munculnya bercak-bercak darah dari alat kelamin. Rahim pun mengalami penebalan. Hal ini tentu saja sebagai upaya perlindungan terhadap perkembangan embrio untuk tumbuh dan berkembang ke tahap selanjutnya hingga sampai siap untuk dilahirkan.

Di minggu pertama kehamilan, hormon human chorionic gonadotropin (hCG) bisa dideteksi di dalam darah. Hormon ini dihasilkan oleh sel yang kemudian menjadi plasenta. Karena hanya dihasilkan oleh wanita hamil, hormon ini kemudian menjadi penanda bagi seorang wanita yang hamil. Para dokter kandungan dan bahkan test pack menggunakan hormon ini sebagai indikator kehamilan. Jika hCG terdeteksi maka wanita tersebut positif hamil.

Begitulah awal proses terjadinya kehamilan. Selanjutnya, embrio akan tumbuh membesar di dalam rahim hingga menjadi janin. Janin kemudia tumbuh selama kurang lebih 40 minggu. Jika saatnya tiba, maka si janin akan ke luar dari rahim melalui proses kelahiran.

 

Moms, sudahkah anda memanfaatkan waktu luang anda di internet untuk menghasilkan uang? Belajar bisnis online langsung praktek bersama Dini Shanti  Klik di sini ya untuk informasi lengkapnya! Jangan tunda lagi, sekarang jamannya bisnis online!

Speak Your Mind

*