Risiko Bayi Lahir Dengan Bantuan Vakum

Risiko Bayi Lahir Dengan Bantuan Vakum

Risiko bayi lahir dengan bantuan vakum memang ada, tapi sebaiknya anda pelajari lebih lanjut, supaya tidak muncul prasangka atau kepanikan berlebihan akibat mitos dan rumor yang beredar. Vakum sendiri adalah tindakan medis untuk membantu persalinan pada kondisi gawat janin. Proses ini hanya dapat dilakukan apabila pembukaan mulut rahim sudah penuh dan posisi kepala bayi di bawah mulut panggul sehingga aman dari risiko bayi lahir dengan bantuan vakum. Vakum dipandang perlu jika ibu sudah kehilangan tenaga akibat lamanya proses melahirkan, ibu pernah melahirkan dengan operasi Caesar, ibu memiliki penyakit jantung, hipertensi sampai pre-eklampsia, ketuban pecah, dan janin sulit keluar karena kepalanya tertahan di panggul. Proses vakum selama maksimal 10 menit harus melalui prosedur selama 45 menit dan dihentikan lalu dialihkan pada operasi Caesar jika kepala bayi tetap tidak mau turun. Risiko bayi lahir dengan bantuan vakum pada ibu hanyalah luka dan perdarahan di jalan lahir yang tidak berbahaya.

Risiko Bayi Lahir Dengan Bantuan Vakum yang Tidak Berbahaya

Risiko bayi lahir dengan bantuan vakum adalah munculnya luka di kulit kepala bayi yang dapat diatasi dengan obat antiseptik. Selain itu, kemungkinan lainnya adalah pendarahan yang tertahan di antara tulang kepala bayi. Warna merah kebiruan karena perdarahan ini akan hilang dengan sendirinya setelah satu minggu. Risiko bayi lahir dengan bantuan vakum yang sangat jarang terjadi adalah perdarahan di dalam otak. Jika memang prosedur ini ditawarkan kepada anda oleh dokter ahli, anda tidak perlu ketakutan dan justru meminta operasi Caesar, karena prosesnya ditangani oleh ahlinya demi mengurangi risiko kesakitan sampai kematian pada bayi anda. Lagipula, proses vakum tidak akan memakan biaya setinggi operasi Caesar dan risiko bayi lahir dengan bantuan vakum tidak sebesar risiko akibat operasi Caesar. Jika anda khawatir dengan munculnya kaput atau tonjolan pada kulit kepala bayi, singkirkan saja, karena kaput tersebut justru penting sebagai tempat untuk kepala bayi anda dan akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari.

Meminimalisir Risiko Bayi Lahir Dengan Bantuan Vakum Lewat Pemilihan Tenaga Profesional

Dokter yang profesional tahu kapan saat yang tepat, seberapa besar daya yang diperlukan, dan kapan harus menghentikan vakum dan beralih ke operasi demi meminimalisir komplikasi yang anda takutkan. Risiko hampir tidak ada selama dilakukan oleh tenaga professional, karena risiko biasanya muncul ketika ekstraksi vakum terlalu lama dan kuat. Anak yang lahir dengan bantuan vakum juga tidak mengalami gangguan kecerdasan, bahkan skor intelijensi nya justru lebih tinggi dari anak yang terlahir dengan operasi Caesar. Jadi, kecerdasan tidak dipengaruhi oleh tindakan vakum karena vakum justru menekan risiko komplikasi yang anda hadapi jika lebih memilih operasi Caesar.

Moms, sudahkah anda memanfaatkan waktu luang anda di internet untuk menghasilkan uang? Belajar bisnis online langsung praktek bersama Dini Shanti  Klik di sini ya untuk informasi lengkapnya! Jangan tunda lagi, sekarang jamannya bisnis online!

Speak Your Mind

*