Syarat Perceraian Dalam Islam

Syarat Perceraian Dalam Islam

Pernikahan dan perceraian merupakan dua sisi mata uang yang berbeda namun saling berkaitan. Memang idealnya suatu ikatan pernikahan hendaknya terus abadi hingga maut memisahkan salah seorang, namun pada kenyataannya perpisahan melalui jalan perceraian harus dilakukan ketika tidak ada lagi kedamaian dan kenyamanan dalam biduk rumah tangga. Terdapat beberapa syarat perceraian dalam Islam yang harus dipenuhi ketika seorang suami atau istri mengajukan gugatan cerai kepada pasangannya. Apa saja syarat yang harus dipenuhi ketika hendak mengajukan talak atau cerai?

Apa saja syarat perceraian dalam Islam?

Berikut ini akan disajikan beberapa syarat perceraian dalam Islam sebagaimana diolah dari berbagai sumber, yaitu:

  • Nafkah 3 bulan
    Suami tidak mampu memberikan nafkah selama tiga bulan berturut-turut. Namun yang perlu diingat adalah bukan besarnya nafkah yang diberikan, namun lebih diutamakan kepada besarnya tanggung jawab yang harus dilaksanakan. Selain itu perlu juga dipertimbangkan apakah dalam masa tersebut suami dalam keadaan sehat atau sakit.
  • Perselingkuhan
    Perselingkuhan yang dilakukan oleh istri atau suami, sehingga menyakiti batin salah satu pasangan. Menyakiti batin atau jasmaniah merupakan salah satu syarat sah pengajuan perceraian.
  • Anak
    Istri melakukan penelantaran terhadap anak walaupun sudah diberikan nafkah yang cukup oleh suami. Penelantaran anak ini mencakup tidak diberikannya makan, minum, pakaian hingga membiarkan anak tumbuh tanpa kasih sayang. Perlakuan kekerasan pada anak juga merupakan salah satu tindakan penelantaran anak.
  • Membiarkan istri 6 bulan
    Membiarkan istri selama 6 bulan lamanya tanpa memberikan nafkah batin atau perhatian walaupun sudah diberikan nafkah yang cukup.
  • Meninggalkan istri 2 tahun
    Meninggalkan istri selama dua tahun tanpa kejelasan nasib dan tanpa kabar.
  • Kekerasan
    Terjadi kekerasan fisik dalam rumah tangga yang mengakibatkan kelainan ataupun cacat pada istri. Tidak hanya kekerasan secara fisik saja, namun kekerasan secara bathin juga dapat dimintakan cerai.

Demikianlah serangkaian syarat perceraian dalam Islam yang harus dipenuhi ketika salah seorang pasangan ingin mengajukan gugatan cerai atau talak. Namun demikian, upaya perceraian melalui pengadilan agama hendaknya merupakan jalan akhir yang harus ditempuh apabila kedua pasangan tidak mendapatkan kata sepakat melalui jalan perundingan. Semoga bermanfaat.

Ingin punya bisnis sendiri? Ingin punya penghasilan tambahan? Yang satu ini bisa dikerjakan dari rumah atau dari mana pun saja!  Yuk bergabung bersama banyak moms lain yang sudah menghasilkan jutaan rupiah setiap bulannya. Klik di sini ya. Tidak ada kata terlambat, rencanakan masa depan moms sekarang.

Speak Your Mind

*