Tips Sukses Memotret Sunrise dan Sunset

Tips Sukses Memotret Sunrise dan Sunset

Nuansa menjelang pagi ‘sunrise’ atau menjelang petang ‘sunset’ merupakan pemandangan yang indah, pemandangan sunrise mapun sunset dengan sendirinya saja dapat memberikan dampak menenangkan bagi siapapun yang memandangnya.  Tambahkan siluet pasangan sebagai objek di depannya, maka yang di dapat adalah kisah romantis yang mengundang haru, sehingga sering dipakai untuk pemotretan pre wedding.  Namun demikian, mengabadikan sunset ataupun sunrise sebenarnya mudah-mudah susah. Bisa kok menggunakan DSLR maupun Kamera Pocket untuk mendapatkan hasil yang indah.

Berikut beberapa kiat dan tips sukses memotret sunrise dan sunset yang paling mendasar:

  • Survey Lokasi
    Pastikan lakukan survey lokasi terlebih dahulu mengenai letak atau tempat yang bebas dari kemungkinan terhalangnya pengambilan gambar sunset atau sunrise. Menurut ilmu astronomi, dikatakan bahwa letak titik terbit dan terbenam matahari akan berbeda-beda dan bergeser hingga 4 derajat setiap harinya akibat revolusi bumi, sehingga pada waktu-waktu tertentu saja dapat ditemukan tempat yang paling pas dan akan berubah keesokan harinya.
  • Datang Lebih Awal
    Dengan datang lebih awal, Anda bisa duluan menempati spot yang sudah Anda incar di hari survey sebelumnya. Pada destinasi populer, biasanya yang berniat memotret tidak hanya Anda loh alias banyak saingan. Selain itu, 1-2 jam sebelum matahari terbenam anda bisa mendapatkan nuansa ‘Golden Light’
  • Tripod dan Shutter speed
    Agar maksimal hasil foto sunrise dan sunset, persiapkan diri membawa tripod supaya Anda bisa bereksperimen dengan berbagai shutter speed. Apalagi kalau lokasi tempat Anda akan memotret ini jauh dari rumah. Rugi kan sudah capek-capek, tapi hasilnya nggak maksimal. Cobalah shutter speed dari 5 sampai 30 detik. Iso biarkan tetap di 100. Lupa bawa tripod? Cari-cari meja atau batu atau pohon maupun objek lainnya yang bisa disenderkan kamera agar stabil.
  • Alam Vs. Perkotaan
    Pantai maupun Gunung memang merupakan destinasi paling populer dalam pengambilan gambar sunset atau sunrise karena sedikitnya penghalang, apalagi kalau di pantai terlihat riuh-riuh ombaknya, dan di gunung bonus formasi awan-awan di sekitarnya. Namun perkotaan yang memiliki gedung-gedung bertingkat juga masih dapat ditemukan angle yang pas, asalkan memotret dari gedung yang tinggi. Cari tahu teman-teman mana yang tinggal di apartemen yang bisa ditebengin untuk motret :)
  • Exposure Vs. Filter
    Salah satu tips sukses memotret sunrise dan sunset yang tidak boleh dilupakan adalah kompensasi exposure dengan menurunkan beberapa stop agar cahaya matahari tidak over atau penggunaan mode partial/spot metering dengan penggunaan referensi disekitar cahaya matahari juga dapat dilakukan. Atau bisa juga menggunakan filter atau penyaring cahaya pada lensa. Penggunaan filter atau penyaring cahaya ini dimaksudkan sebagai tindakan pencegahan kerusakan lensa akibat pancaran sinar UV matahari, dan untuk menurunkan kontras sinar matahari agar mendapat gradasi warna lebih luas.
  • Wide Angle Vs. Tele
    Gunakan lensa wide angle atau settingan landscape atau panorama kalau Anda pakai kamera pocket. Pengambilan gambar sunset atau sunrise sebaiknya menggunakan  yang menggunakan wide lens atau lensa lebar agar landscape sunset atau sunrise makin terlihat jelas. Gunakan Tele kalau kebetulan posisi matahari dan foreground gunung maupun burung yang kebetulan sedang melintas sedemikian rupa sehingga bisa menambahkan kesan dramatis pada foto.
  • Foreground
    Ada kalanya, kehadiran foreground atau ‘objek di depan’ gradasi senja bisa menambahkan cerita bagi foto sunrise maupun sunset. Jangan malas hanya diam di satu tempat! Kadang-kadang teman hunting kitapun bisa dijadikan model dadakan :) Cari di internet referensi-referensi siluet yang bisa Anda praktekkan. Secanggih apapun ‘gear’ mu pada akhirnya foto yang bagus itu tergantung dari ‘the man/ woman behind the gun’
  • Jangan Buru-buru Pulang
    Banyak pemula yang melakukan kesalahan terlalu terburu-buru merapihkan peralatan setelah matahari terbenam ataupun setelah matahari terbit. Padahal kalau cuaca mendukung, beberapa saat setelah matahari terbenam, Anda bisa mendapatkan langit yang biru atau yang sering disebut ‘Blue Hour’ sementara beberapa saat setelah matahari terbit, Anda bisa mendapatkan ‘golden hour/ golden light’

Demikian tips Sukses Memotret Sunrise dan Sunset, kuncinya, mesti sering-sering latihan yaa.. Ingat gradasi warna senja, komposisi awan di sekitarnya, walaupun di tempat yang sama, tiap hari tidak pernah sama loh. Sudah jauh-jauh eh sampai sana hujan? hehehhe yaudah carilah angle yang bisa menangkap si hujan ini menjadi cerita yang menarik untuk dikenang ^_^ Happy Hunting!

Moms, sudahkah anda memanfaatkan waktu luang anda di internet untuk menghasilkan uang? Belajar bisnis online langsung praktek bersama Dini Shanti  Klik di sini ya untuk informasi lengkapnya! Jangan tunda lagi, sekarang jamannya bisnis online!

Speak Your Mind

*